Jumat, 24 Januari 2014

IPS Bukan Ilmu Biasa!

1
Oleh MUHAMAD NUR AKBAR
(Mahasiswa International Program on Science Education [IPSE] UPI)

SEBAGIAN orang beranggapan bahwa IPS itu ilmu biasa. Tanpa belajar dan sekolah pun IPS bisa dikuasai dengan anggapan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Namun anggapan itu salah besar. Kenapa? Karena mereka belum tahu IPS itu apa? Mereka belum tahu cakupan IPS itu sendiri? Apasih IPS itu?
Menurut para ahli
IPS dapat diartikan dengan “penelaahan atau kajian tentang masyarakat”. Dalam mengkaji masyarakat, dapat dilakukan kajian dari berbagai perspektif sosial, seperti kajian melalui pengajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, politik-pemerintahan, dan aspek psikologi sosial yang disederhanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih luas tentang IPS, maka penting untuk dikemukakan beberapa pengertian social studies dan IPS menurut para ahli.
a. John Jarolimek mengemukakan bahwa The social studies as a part of elementary school curriculum draw subject-matter content from the social science, history, sociology, political science, social psychology, philosophy, antropology, and economic. The social studies have been defined as “ those portion of the social science… selected for instructional purposes”
b. Moeljono Cokrodikardjo mengemukakan bahwa IPS adalah perwujudandari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi budaya, psikologi, sejarah, geokrafi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari.
c. S. Nasution mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusiatau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.
Dengan demikian, IPS memiliki cabang-cabang keilmuan diantaranya :
Antropologi, Ekonomi, Geografi,Hukum,Linguistik, Pendidikan, Politik, Sejarah, Sosiologi.
Berdasarkan cabang-cabnag tersebut penulis akan mengidentifikasi satu persatu dari sisi peran dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa.
Pertama,Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Indonesia memiliki banyak kebudayaan dari Sabang sampai Merauke. Ketika kebudayaan kita terjaga “pure” tanpa ada pengaruh dari luar dan kebudayaan kita lestari maka harkat dan martabat pun sudah ada di tangan bangsa indonesia.
Kedua,Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari masalah ekonomi yang dihadapi manusia adalah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas. Suatu bangsa dikatakan bermartabat ketika keperluan ekonomi rakyatnya terpenuhi sehingga rakyat hidup makmur dan sejahtera. Suatu bangsa dikatakan maju ketika masalah ekonominya bisa terselesaikan, ahli dalam ekonomi (ekonom), dan pembagian kekayaan rakyat merata.
Ketiga, Hukum adalah ilmu sosial yang mempelajari sistem aturan yang telah dilembagakan. Hukum memiliki kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Hukum dapat berjalan ketika ada penegak hukum. Suatu hukum dikatakan baik ketika hukum tersebut berjalan sesuai dengan aturan hukum itu sendiri dan suatu bangsa akan meningkat harkat dan martabatnya ketika hukum itu bisa ditegakan dengan adil, jujur, baik, dan benar serta tegas tanpa terkecuali.
Keempat, Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Letak geografis suatu bangsa dapat mempengaruhi tingkat ekonomi. Karena dalam geografi ada yang dinamakan konsep jarak. Dalam kehidupan sosial ekonomi, jarak memiliki arti penting. Dalam geografi jarak dapat diukur dengan dua cara, yaitu jarak geometrik dinyatakan dalam satuan panjang kilometer dan jarak waktu yang diukur dengan satuan waktu (jarak tempuh). Sepeti yang telah paparkan bahwa ketika tingkat ekonomi suatu bangsa baik maka harkat dan martabat pun naik.
Kelima, Linguistik ialah ilmu sosial yang mempelajari aspek kognitif dan sosial dari bahasa. Suatu bahasa dapat meningkatkan derajat suatu bangsa. Sebagai contoh bahasa indonesia. Tidak semua bangsa memiliki bahasa nasional. Bahasa Indonesia sebagai Kebanggaan Bangsa. Karena bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan dengan masih digunakannya Bahasa Indonesia sampai sekarang ini. Berbeda dengan negara-negara lain yang terjajah, mereka harus belajar dan menggunakan bahasa negara persemakmurannya.
Keenam, Pendidikan yaitu ilmu sosial yang mempelajari masalah yang berkaitan dengan belajar, pembelajaran, serta pembentukan karakter dan moral. Pendidikan suatu hal yang sangat penting dalam suatu bangsa. Dengan mengkaji ilmu pendidikan kita akan mampu mengetahui kekurangan-kekurangan yang ada dalam pendidikan yang diterapkan suatu bangsa. Dengan demikian suatu bangsa dapat menciptakan generasi penerus yang berpendidikan, terdidik, berkarakter, dan bermoral. Karena pendidikan sangat berpengaruh besar dalam kemajuan suatu negara.
Ketujuh, Politik suatu ilmu sosial yang mempelajari pemerintahan sekelompok manusia (termasuk negara).dan di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
1. politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama
2. politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
3. politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
4. politik, segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Dengan mempelajari ilmu politik kita akan mengetahui suatu pemerintahan yang baik itu seperti apa. Mengetahui sistem pemrintahan yang benar itu bagaimana. Sehingga keberjalanan suatu pemerintahan dalam suatu bangsa dapat berjalan dengan baik dan dengan sistem pemerintahahn yan baik dapat mengangkat derajat suatu bangsa.
Kedelapan, Sejarah ilmu sosial yang mempelajari masa lalu yang berhubungan dengan umat manusia.Sejarah mempunyai beberapa kegunaan atau manfaat antara lain:
1. Kegunaan Edukatif. Banyak manusia yang belajar dari sejarah. Belajar dari pengalaman yang pernah dilakukan. Pengalaman tidak hanya terbatas pada pengalaman yang dialaminya sendiri, melainkan juga dari generasi sebelumnya. Dengan belajar sejarah seseorang akan senantiasa berdialog anatara masa kini dan masa lampau sehingga bisa memperoleh nilai-nilai penting yang berguna bagi kehidupannya.
2. Kegunaan Inspiratif. Berbagai kisah sejarah dapat memberikan inspirasi pada para pembaca dan pendengarnya. Belajar sejarah disamping akan diperoleh ide-ide atau konsep-konsep baru kreatif yang berguna bagi pemecahan masalah masa kini, juga penting untuk memperoleh inspirasi dan semangat bagi mewujudkan identitas sebagai suatu bangsa, semangat nasionalisme maupun dalam upaya mnumbuhkan harga diri bangsa.
3. Kegunaan Instruktif. Kegunaan instruktif sejarah berkaitan dengan fungsi sejarah dalam menunjang bidang-bidang teknologi, dalam artian bahwa studi tahu hasil penelitian sejarah yang menyangkut penemuan-penemuan teknik sepanjang sejarah kehidupan manusia, dimana sejarah masing-masing penemuan tersebut diperlukan bagi usaha menjelaskan prinsip-prinsip kerja teknik-teknik tertentu dalam masa setelahnya.
Suatu bangsa akan maju ketika suatu bangsa tidak melupakan sejarahnya dan belajar dari sejarah suatu bangsa. Sehingga harkat dan martabat suatu bangsa akan meningkat.
Kesembilan,Sosiologi ialah ilmu sosial yang mempelajari masyarakat dan hubungan antar manusia di dalamnya. Sosiologi berguna untuk memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan pelaksanaan maupun penilaian pembangunan suatu bangsa. Pada tahap perencanaan, yang harus diperhatikan adalah apa yang menjadi kebutuhan sosial. Pada tahap pelaksanaan yang harus dilihat adalah kekuatan sosial dalam masyarakat serta proses perubahan sosialnya. Dan pada tahap penilaian yang harus dilakukan adalah analisis terhadap efek atau dampak sosial pembangunan tersebut.
Dari tulisan ini kita akan mengetahui betapa pentingnya ilmu pengetahuan sosial dan mengubah pandangan kita bahwa ilmu pengetahuan sosial itu bukan ilmu biasa karena dengan ilmu ini dapat meningkatkan harkat dan martabat bangsa.


Semoga Bermanfaat... :)
#AL

0 komentar:

Posting Komentar

Menerima Kritik dan Saran yang Membangun...
Jazzakallah... :)

 
;